Ramalan Mbah Widi “Dewi Fortuna” Masih Memihak Pasangan Ratu Atut – Rano Karno

Standar

 

            PERHELATAN pemilihan  Gubernur Banten (Pilgub) pada 22 Oktober di ranah ulama dan jawara secara keseluruhan suasana banten masih tetap terukur, dinamis serta penuh martabat. Meski kehadiran ketiga pasang calon gubernur (cagub) yang berkeinginan kuat untuk menduduki kursi empuk di Provinsi Banten Satu, kian marak.

            Ketiga pasang Cagub dalam program prioritas hampir sama mengedepankan perbaikan infrastruktur. Selain masalah dan kesehatan ketiga Cagub juga berjanji meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan kerja mendapat perhatian para Cagub saat penyampaian visi dan misi dalam sidang paripurna istimewa DPRD Banten, Rabu (5/10).

            Dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Banten Aeng Chaerudin, pasangan Ratu Atut Chosiyah – Rano Karno yang diberi kesempatan pertama menyampaikan visi “ Bersatu Mewujudkan Rakyat Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa. Sebelum menjabarkan visinya Ratu Atut Chosiyah mengklaim keberhasilan peningkatan diberbagai bidang sejak Banten berdiri 4 Oktober 2000 lalu, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan juga peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

            Sementara itu lima misi sebagai penjabaran visi yang akan dijalani, yakni peningkatan pembangunan infrastruktur wilayah dan kawasan  untuk pemenuhan layanan dasar dan peningkatan daya saing daerah, pemantapan iklim investasi yang kondusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan semangat kebersamaan dan peningkatan mutu dan kinerja pemerintahan daerah “ Banten Terus Mewujudkan Peningkatan di Berbagai Bidang”, kata Atut.

            Pasangan Cagub nomur urut dua Wahidin Halim – Irna Narulita yang tampil pada kesempatan kedua mengusung visi “Mewujudkan Banten sebagai Provinsi Terdepan dalam Membangun Peradaban Baru Menuju Masyarakat Cerdas, Sehat dan Mandiri serta Berakhlaqul Karimah.”

            Misi yang dibuat lima program diantaranya menguatkan tata pemerintahan yang baik (good governance) melalui reformasi birokrasi melalui pelayanan public yang prima, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur. “Pembangunan jembatan Selat Sunda siapa pun Gubernurnya nanti, akan tetap dibangun”, kata Wahidin Halim.

            Pasangan Cagub urutan ketiga Jazuli Juwaini – Makmun Muzakki dengan visi “ Mewujudkan Banten Segera Adil dan Sejahtera”. Dalam penjabaran misi disampaikan Jazuli Juwaini – Makmun Muzakki tidak jauh berbeda dengan apa yang dijabarkan keduan Cagub lainnya. “Kami akan membangun infrastruktur yang kokoh dan merata”, ujar Jazuli.

Dewi Fortuna Milik Atut- Rano

            Pemaparan visi dan misi ketiga Cagub Banten periode 2011-2016 yang disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Banten diketuai Aeng Chaerudin mendapat apresiasi supranatural wilayah pantai utara (pantura) Kabupaten Tangerang  Mbah Widhi, yang saat ini bermukim di Buaran Jati, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Dengan mantab dan yakin dari ketiga pasang yang maju ke Pilgub, Dewi Fortuna akan jatuh kepasangan  Ratu Atut Chosiyah – Rano Karno.

            Menurut Mbah Widhi kepada Koran ini, ramalan Dewi Fortuna jatuh kepasangan Ratu Atut Chosiyah – Rano Karno ini melalui proses penerawangan dan olah batin yang berhubungan dengan rekam jejak ketiga pasang Cagub yang maju ke Pilgub, ujar Mbah Widhi.

            Masih menurut Mbah Widhi, dalam penerawangan dan olah batin dalam hubungan penyampain visi dan misi dengan rekam jejak selama Ratu Atut Chosiyah ketika masih menjabat sebagai gubernur dalam pencahayaan bulan memancarkan cahaya yang sedang purnama.

            Dikatakan Mbah Widhi, selain Dewi Fortuna jatuh kepasangan ini, secara matematis sebagai incubment pasangan cagub nomor urut satu untu menduduki kursi di Banten Satu dengan dukungan sebelas partai yang mendukungnya sangatlah realistis.

            Calon Gubernur yang menurut Mbah Widhi murah senyum ini bila menemui masyrakat sering menyebut dirinya dengan sebutan “Ibu” tidak banyak menonjolkan kepiawaian dan kesuksesan. Akan tetapi mbah Widhi menambahkan, masyarakat Banten rata-rata merasa dekat dan mengenalnya dengan baik.

            Ratu Atut Chosiyah dimata Mbah Widhi juga mempunyai kelebihan dalam komunikasi personal yang luas, sehingga pengaruhnya menyentuh hingga kehidupan masyarakat yang terpencil sekalipun. Ia juga selalu menyapa masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan hingga sekecil apapun.

            Selain itu masyarakat Banten tahu bahwa Ratu Atut Chosiyah mempunyai darah jawara. Tapi ujar Mbah Widhi ia tabu mengeluarkan kata-kata pedas atau mencaci meski ia diperlukan yang tidak selayaknya. Ayahnya Alm. H. TB Hasan Sochib sangat terkenal di seantero Banten, akan tetapi mungkin Atut mewarisi pribadi yang ulet dan tidak mudah menyerah pada tantangan sebagai titisan dari ayahnya.

            Dalam penerawangan dan olah batin Mbah Widhi direfresikan dengan visi dan misi serta rekam jejak itulah yang kemudian menurut Mbah Widhi mendapat pancaran sinar bulan purnama sebagai jatuhnya Dewi Fortuna ke pasangan Ratu Atut Chosiyah –  Rano Karno.

 

Cahaya bulan buram

            Masyarakat banyak tahu dan mengakui akan keberhasilan Wahidin Halim dalam memimpin untuk membangun kemajuan Kota Tangerang. Nama Wahidin Halim cukup popular dengan konsep Akhlaqul Karimah. Dinilai seorang yang tegas dan tidak kenal kompromi manakala ada anak buahnya yang melakukan penyelewengan dan penyimpangan.

            Citra tak kompromi terhadap penyimpangan dan penyelewengan, ia tak segan-segan menendang bangunan proyek pemerintah yang dikerjakan tidak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Jangan heran bila ia menggebrak pekerjaan yang molor waktu.

            Namun menurut Mbah Widhi, untuk maju ke Banten Satu belum cukup dengan konsep dan gaya memimpin seperti yang Wahidin lakukan di Kota Tangerang. Dalam penerawangan dan olah batin Mbah Widhi dihubungkan dengan visi dan misi serta rekam jejak dalam pencahayaan bulan menurut Mbah Widhi pasangan Wahidin Halim –Irna Narulita menampakan Dewi Fortuna dalam pencahayaan bulan yang buram.

Cahaya bulan gelap

            Pasangan Jazuli Juwaini – Makmun Muzakki masyarakat banyak menilai sebagai sosok yang ulet, cerdas, sederhana, kelakuannya gak aneh-aneh. Kehidupan keagamaanya dikenal baik dan seorang da’i yang piawai.

            Dalam pencalonan Bupati Kabupaten Tangerang Jazuli Juwaini yang berpasangan dengan Airin Rachmi Diany telah gagal dan waktu itu kursi Bupati Tangerang dimenangkan oleh pasangan Ismet Iskandar yang berpasangan dengan Rano Karno.

            Dalam hal tekad Jazuli Juwaini tidak mengenal putus asa meski ia harus mengalami jatuh bangun. Dalam penerawangan dan olah batin Mbah Widhi dihubungkan dengan visi dan misi serta rekam jejak dalam pencahayaan bulan menurut Mbah Widhi dalam pencahayaan Dewi Fortuna pasangan Jazuli Juwaini – Makmun Muzakki pencahayaannya bulan gelap, pungkasnya.  Mardi/Yat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s