Sekretariat PWI Perwakilan Tangerang Selatan

Standar

Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kota Tangerang Selatan sejak tanggal 30 Nopember pindah di JL Bayangkara I No 4 G Kampung Buaran, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara. Lokasinya cukup mudah di jangkau, karena dekat dengaan Pusat Pendidikan dan Latihan lalu lintas ( Pusdilantas) dan tidak jauh dari Duta Bintaro. Biarpun tempatnya kecil, tapi cukup lumayan.

PWI Banten Akan Gelar Sosialisasi UKW

Standar

 

KOTA SERANG| Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Banten menggelar rapat pleno dengan agenda rencana sosialisasi Standar Kompetensi Wartawan dan  penganugerahaan penghargaan Acta Diurna kepada tokoh pers dan masyarakat peduli pers, Selasa (29/11), di Sekretariat PWI Banten.

Rapat yang dihadiri pengurus PWI Cabang Banten dan seluruh Ketua Perwakilan se-Banten ini membahas secara umum tentang sosialisasi Standar Kompetensi Wartawan (SKW) yang akan mendatangkan Dewan Pers, Margiono selaku Ketua PWI Pusat, dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Tarman Azam.

Terkait dengan kepanitiaan sosialisasi SKW dan pemberian penghargaan Acta Diurna yang akan digelar di Kota Cilegon diserahkan kepada pengurus Perwakilan Kota Cilegon.

Menurut Ketua PWI Provinsi Banten Firdaus, pemberian penghargaan Acta Diurna diberikan kepada tokoh pers dan masyarakat yang memiliki sumbangsih terhadap perkembangan pers.

“Penerima penghargaan Acta Diurna ini nantinya dapat diusulkan untuk mendapat penghargaan berupa Pin Emas,” ujar Firdaus.

Firdaus juga menambahkan, pemberian penghargaan ini direncanakan akan dilakukan pada bulan Januari 2012 di Kota Cilegon. “Secara teknis pelaksanaan kegiatan ini diserahkan kepada PWI Perwakilan Kota Cilegon. PO

 

SPS Dukung Persaingan Sehat Perusahaan Pers

Standar

KOTA SERANG| Peran pers dalam mencerdasakan kehidupan masyarakat di Provinsi Banten sangat penting. Karenanya sinergitas antar perusahaan media massa, baik media cetak maupun media online yang ada di Provinsi Banten sangat diperlukan. Guna meningkatkan sinergitas antar perusahaan media massa yang ada di Banten, Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Banten menggelar pertemuan akhir tahun, Rabu (30/11), di Rumah Makan Ampera Serang.

Pertemuan yang dihadiri para pemimpin media massa cetak dan online yang ada di Provinsi Banten tersebut, membahas beberapa program yang akan dilaksanakan tahun 2012 mendatang. Tercatat, empat media cetak harian, sembilan media cetak mingguan, satu majalah bulanan dan dua media online.

Menurut perwakilan Harian Umum Kabar Banten Eko Suhardi, peran Serikat Perusahaan Pers (SPS) sangat penting dalam mendukung manajemen pers yang sehat dan profesional. Selain itu, melalui SPS, bisa disepakati beberapa regulasi yang bisa menciptakan persaingan usaha antar perusahaan pers yang ada di Banten.

“Melalui SPS, saya kira bisa kita rumuskan beberapa hal terkait dengan persaingan usaha antar perusahaan pers. Misalnya, kita rumuskan standar harga iklan,” ujar Eko, yang kini menjabat Manajer Pemasaran HU Kabar Banten.

Dikatakan Eko, ke depan SPS harus lebih eksis dan bermanfaat bagi anggotanya yang notabene perusahaan pers. SPS Cabang Banten, harus memberikan edukasi bagi perusahaan-perusahaan pers yang ada, agar bisa bersaing secara sehat.

Sementara itu, Sekretaris SPS Cabang Banten Firdaus, menyatakan pertemuan akhir tahun merupakan sebuah sarana evaluasi bagi organisasi SPS Cabang Banten. Terlebih pasca kongres di Bali, peran serikat perusahaan pers semakin luas tidak hanya mencakup media cetak saja, melainkan juga media online.

“Pasca kongres, keanggotaan SPS tidak hanya mencakup media cetak, tetapi juga perusahaan pers di luar media cetak,” ujarnya.

Menurut Ketua SPS Cabang Banten Priyo Susilo, peran Serikat Perusahaan Pers (SPS) sangat penting dalam menciptakan persaingan yang sehat, sekaligus menjadi wadah komunikasi perusahaan pers yang tergabung dalam organisasi SPS.

“Saya berharap, melalui SPS kita bisa bersinergi dalam memajukan pembangunan di Provinsi Banten melalui media massa, baik media online maupun media cetak,” ujarnya.

Priyo juga mengungkapkan, pada 2012 nanti, SPS Cabang Banten mengagendakan pertemuan rutin, pendataan ulang anggota, pembuatan buku direktori perusahaan pers di Banten dan melaksanakan pelatihan manajamen perusahaan pers bagi anggota.

 

Pelatihan manajemen perusahaan pers, dimaksudkan agar perusahaan pers yang ada di Banten dan menjadi anggota SPS Cabang Banten bisa lebih maju, sehingga bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Provinsi Banten.

“Kita juga akan melaksanakan pelatihan manajemen perusahaan pers, bagi anggota yang ingin meningkatkan perusahaannya agar lebih maju dan profesional,” kata Priyo.  PO

Forum UPT Laksanakan Workshop Guru Bahasa Inggris

Standar

Forum UPT Pendidikan Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan Workshop dan pelatihan peningkatan mutu pembelajaran bahasa Inggris untuk guru SD se Kota Tangerang Selatan berteempat di aula Gedung UPT Pamulang. Workshop yang berlangsung selama sehari mulai jam 09.00 sampai selesai.  Di era globalisasi seperti sekarang ini, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, peran bahasa terutama bahasa Inggris menjadi sangat penting. Untuk meningkatkan mutu pendidikan tersebut.

Workshop dan pelatihan yang di ikuti kurang lebih 50 guru se Kota Tangerang Selatan ini, karena guru memiliki peran sentral sebagai pembimbing, fasilitator, model dan manajer di sekolah yang harus ditingkatkan melalui pelatihan – pelatihan yang berkompetensi.

Ketua Forum UPT Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan Drs Sanaman, M.Pd mengungkapkan, pelatihan ini ditujukan kepada para guru agar nantinya bisa memberikan pembelajaran yang baik untuk pendidikan siswa sekolah dasar di Kota Tangerang Selatan.

Peningkatan kompetensi bagi guru-guru bahasa Inggris menjadi penting terutama bagaimana mereka dapat mengorganisasikan kelas menjadi kelas yang menarik ketika mengajarkan pelajaran bahasa Inggris. Mengajarkan bahasa Inggris memang diperlukan teknik-teknik tertentu agar siswa dapat aktif mengikuti pelajaran di kelas.  Pembelajaran yang interaktif  akan menjadikan siswa senang mengikuti  pelajaran bahasa Inggris dengan baik. Untuk itu, guru bahasa Inggris harus mampu menciptakan suasana kelas yang aktif ketika proses belajar mengajar berlangsung.

“Pada workshop ini, guru-guru Bahasa Inggris dibekali teknik-teknik mengajarkan bahasa Inggris sehingga mereka dapat menguasai  cara mengajarkan materi secara menarik dan interakif,” ujarnya

Peserta yang sebagian besar ibu-ibu ini sangat antusias mengikuti workshop  yang diselenggarakan mulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 14.00 WIB ini.Para peserta dibekali berbagai meteri yang harus dikerjakan secara kelompok yang hasilnya dikumpulkan lagi pada kegiatan berikutnya.

“Workshop semacam ini sangat bermanfaat karena kami diberikan banyak sekali teknik mengajarkan secara interaktif dan akan kami aplikasikan teknik tersebut ketika mengajar nanti di kelas,” ujar salah seorang guru.

Sementara itu, seorang nara sumber  dari Pusat Kurikulum Kemendikbud Drs  Ambari Sutardi MA, pendekatan guru kepada siswa turut membantu siswa untuk memotivasi pembelajaran, terutama pembelajaran bahasa Inggris.  Mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar merupakan mata pelajaran yang dipilih sebagai muatan lokal. Melalui workshop dan pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Inggris untuk guru SD, serta kualitas kerja dan proses belajar mengajar dapat ditingkatkan. SU

Ketua Forum UPT Drs Sanaman bersama Sugeng salah seorang nara sumber

Dinas Pendidikan Alokasikan Kendaraan Operasional TBM

Standar

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan Drs H Mathodah, M.Si ( tengat) didampingi Kabid PNFI Hayati Nur S.Pd (Kiri) saat membuka pelatihan Manajemen pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), di Situ Gintung, Rabu.

CIPUTAT, MK.-Pemerintah Kota Tangerang Selatan betul-betul serius dalam menangani masalah dunia pendidikan. Terbukti pada tahun anggara tambahan 2011 ini, melalui Dinas pendidikan  telah mengalokasikan anggaraan untuk dipergunakan pengadaan 2 unit kendaraan operasional Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan Drs H Mathodah, M.Si saat membuka pelatihan Manajemen Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se Kota Tangerang Selatan di Taman Wisata Pulau Situ Gintung, Rabu kemarin.

Menurutnya, selain pengadaan kendaraan operasional, Dinas Pendidikan juga berupaya menyiapkan buku-buku yang akan didistribusikan ke semua Taman Bacaan Masyarakat yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Oleh karena itu diharapkan kepada para pengelola TBM agar serius dalam mengelolanya sehingga menumbuhkembangkan minat baca bagi masyarakat sekitarnya terutama pada anak usia dini.

Dengan adanya pelatihan ini, keberadaan TBM akan semakin maju dan berkembang. “ TBM tidak hanya dilihat dari banyaknya jumlah buku, melainkan bagaimana menumbuhkan minat maca bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini minat baca bagi masyarakat masih sangat kurang, itu tidak hanya bagi masyarakat  pedesaan, malinkan juga diperkotaan. Oleh karena itu harus selalu digerakkan agar minat baca itu terus tumbuh kembali.

Sementara itu Kasi Dikmas Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Selvia Nelly, S.Sos selaku panitia mengungkapkan, kegiatan ini diikuti 50 peserta terdiri dari pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Penilik dan Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).Yat

Kapolsek Lantik Subsektor Mitra Bayangkara

Standar

 

Serpong

Usai Melantik Ketua Subsektor Mitra Bayangkara Serpong, Kapolsek foto bersama dengan mereka.

, MK.-Kepala Polsek Serpong Komisaris Polisi Heribertus Ompusunggu melantik 16 orang ketua Sub Sektor Mitra Bayangkara Serpong yang berasal dari 16 kelurahan yang ada diwilayah ini di aula Kecamatan Serpong Utara, Sabtu malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri para undangan diantaranya Wakapolres yang diwakili Kasat Binmas AKP Asmar, Kanit Binmas Polsek Serpong AKP Nana Supriatna serta anggota Mitra Bayangkara Serpong.

Kompol Heribertus Ompusunggu mengharapkan kepada para pengurus Sub Sektor yang baru saja dilantik agar sungguh-sungguh dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan selalu koordinasi dengan lingkungan maupun petugas kepolisian sehingga ruang gerak para penjahat dapat dibatasi.

Kapolsek sangat konsen terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Mitra Bayangkara Serpong. Bahkan ia mengajak bersama-sama bergerak untuk mengamankan wilayah hukum Polsek Serpong. “ Saya akan berada didepan Mitra Bayangkara Serpong dalam upaya mengamankan wilayah,”ujarnya.

Selesai melantik para Ketua Sub Rayon tersebut, Kapolsek secara khusus memberikan pengarahan dan memotipasi mereka agar bersemangat dalam menjalankan tugas pengamanan di wilayah masing-masing. “ Kalau ada apa-apa langsung hubungi saya, jangan melalui orang lain,”ujar Kapolsek.

Sementara itu Ketua Mitra Bayangkara Polsek Serpong, Aditya Jaya Trituranta mengungkapkan, pihaknya sebagai pengurus terus berupaya mengembangkan organisasi ini dengan cara melakukan berbagai kunjungan ke wilayah sekitarnya maupun di Jakarta.

Aditya berusaha dan bertekat agar Mitra Bayangkara Polsek Serpong menjadi yang terbaik. Oleh karena itu pihaknya setiap saat selalu menyempatkan diri berkoordinasi dengan pengurus lainnya untuk mensinergikan program-progran yang telah dibuat.

Seperti dikethaui Wilayah Hukum Polsek Serpong terdapat 2 kecamatan yaitu Serpong dan Serpong Utara, serta 16 kelurahan yaitu Subsektor 25 adalah wilayah di kelurahan Serpong, Subsektor 26 adalah wilayah di kelurahan Cilenggang, Subsektor 27 adalah wilayah di kelurahan Rawabuntu, Subsektor 28 adalah wilayah di kelurahan Ciater, Subsektor 29 adalah wilayah di kelurahan Buaran, Subsektor 210 adalah wilayah di kelurahan Rawa Mekar Jaya, Subsektor 211 adalah wilayah di kelurahan Lengkong Gudang, Subsektor 212 adalah wilayah di kelurahan lengkong Wetan, Subsektor 213 adalah wilayah di kelurahan Lengkong Gudang Timur, Subsektor 214 adalah wilayah di kelurahan Lengkong Karya, Subsektor 215 adalah wilayah di kelurahan Jelupang, Subsektor 216 adalah wilayah di kelurahan Pondok Jagung, Subsektor 217 adalah wilayah di kelurahan Pakulonan, Subsektor 218 adalah wilayah di kelurahan Pakualam, Subsektor 219 adalah wilayah di kelurahan Pakujaya, Subsektor 220 adalah wilayah di kelurahan Pondok Jagung Timur. Suyatno.

 

 

BULAN SEPTEMBER 26 KEJADIAN KEBAKARAN KERUGIAN MENCAPAI Rp.1,1 M

Standar

TIGARAKSA, MK.- Berdasarkan data dari Dinas Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kabupaten Tangerang telah terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Tangerang pada bulan September, telah terjadi 26 titik kebakaran di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangsel dan Kota Tangerang.

Diwilayah Kabupaten Tangerang di bulan September telah terjadi kebakaran selama 18 lokasi kebakaran, yaitu kecamatan curug tiga kejadain, Cikupa enam kali, Tigaraksa, Teluknaga, Jayanti, Jambe masing-masing satu kali kejadian kebakaran. Kosambi, Pasar Kemis, Sindang Jaya masing-masing dua kali kejadian kebakaran.

Dikota Tangerang di bulan September telah terjadi kebakaran, Dinas Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kabupaten Tangerang diminta bantuan untuK memadamkan api langsung meluncur  ke tempat kejadian, yaitu lima kali kejadian  masing-masing di RSUD kabupaten Tangerang Pav. Wijaya Kusuma jenis yang terbakar Mobil Mini Bus tanggal 4, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang di Jl. Daan Mogot tanggal 7,Jl. Gatot Subroto RT.03/02 Kp. Leduk Kel. Kroncong Kec. Jati Uwung Kota Tangerang Tanggal 12, Pergudangan Bandara Mas F.2 Kelurahan Kedaung Wetan Kecamatan Neglasari kota Tangerang jenis yang terbakar Gudang 2 unit, Jl. Raya Dadap Kelurahan Rawa Bokor Kecamatan Benda jenis yang terbakar kontrakan disebabkan arus pendek.

Diwilayah Kota Tangerang Selatan telah terjadi dua kejadian kebakaran, Dinas Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kabupaten tangerang dimunta bantuan untuk memadamkan api yaitu diwilayah BSD Sektor 12 Desa Rawa Buntu Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan jenis yang terbakar Rumah Tinggal atasnama Waluyo Raharjo, SH disebabkan Arus Pendek, Jalan Cirendeu Raya Kel. Pondok Cabe Kota Tangsel jenis yang terbakat Ilalang.

Selama bulan September kejadian kebakaran yang menimpa tiga darah ini menimbulkan kerugian materi sebesar Rp. 1.100.000.000,-, dan satu orang luka-luka terjadi di Kecamatan Pasar Kemis kebakaran rumah tinggal yang disebabkan asal api dari gas Elpiji.

Dengan Kejadian kebakaran yang terjadi, Dinas Penanggulangan Bencana Dan Kebakaran Drs. H. M. Arsyad Hussein menghimbau agar masyarakat tetap waspada menghadapi Musim Kemarau dan tidak membakar sampah disembarang tempat karna dari 26 kejadian kebakaran telah terjadi kebakaran yang berasal dari membakar sampah, juga ilalang yang terbakar akibat musim kering.suk/hms

WARGA DESA CIDADAP DAN DESA CIPINING NIKMATI PROLISDES

Standar

LEBAK, MK.-Listrik salahsatu penunjang kebutuhan bagi semua umat manusia di muka bumi ini oleh sebab itu  listrik setelah  mulai berkembang nya program prolisdes , masyarakat di pelosok pedesaan  sudah mulai merasakan terang nya menggunakan  listrik sehingga masyarakat tersebut  kini tidak kesulitan lagi untuk melakukan segala kegiatan aktipitas nya, tetapi tidak sedikit orang berurusan dengan hokum  karna listrik, padahal orang tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat tidak mampu agar bias menikmati  listrik  hal tersebut diakibatkan  oleh sekelompok orang yang  punya kepentingan  untuk pribadi nya, sehingga tidak memikirkan akibat yang akan ditempuh oleh orang yang berjuang untuk masyarakat ,oleh sebab itu  aparat hokum apabila ada kasus seperti itu di minta untuk untuk meninjau ulang ke lokasi jangan langsung menanggapi laporan dari pihak manapun karna laporan tersebut  belum tentu benar.

Oleh sebab itu dari bermacam kejadian program lisdes di kecamatan lain sehingga akan dijadikan bahan acuan bagi masyarakat desa ci dadap dan cipining kecamatan curug bitung kab lebak bahwa masyarakat mendukung pihak desa  dalam prolisdes karna masyarakat memandang perlu untuk kemajuan warga desa sehingga saat pelaksanaan pemasangan intalansi berjalan lancer karna masyarakat  sangat mendukung sepenuhnya, apalagi di dua desa tersebut yang diutamakan adalah keluarga  miskin karena tujuan pemerintah seperti itu, agar tercapai sasaran .

Lebih lanjut warga Desa Cidadap dan Cipining menjelaskan  kepada detak  bahwa program prolisdes disambut baik  warga  karena menurutnya program tersebut sudah jelas dirasakan langsung oleh masyarakat di pedesaan  sehingga warga berharap agar program tersebut  terus berkesinambungan  agar nanti nya akan terwujud pemerataan ke seluruh pelosok pedesaan. Kalau dikatakan dilema memang betul karena program tersebut selalu dikatakan gratis, tetapi apakah salah apabila warga berkehendak memberikan partisipasi untuk perjalanan kegiatan program tersebut sama sekali  tidak ada unsure paksaan dari pihak manapun , disisi lain warga tidak suka apabila ada pihak ketiga  yang membesar besar kan masalah atau membuat laporan palsu kepada aparat penegak hokum hanya untuk menjatuhkan seseorang,sekali lagi kami selaku warga akan bertindak tegas kalau ada orang yg memiliki prilaku yang konyol sehingga akan berdampak pada program tersebut ,sementara warga tidak ingin program prolisdes ada yang mengganggu apa lagi hanya untuk membikin pengurus berurusan dengan hokum.(TRY)

Ramalan Mbah Widi “Dewi Fortuna” Masih Memihak Pasangan Ratu Atut – Rano Karno

Standar

 

            PERHELATAN pemilihan  Gubernur Banten (Pilgub) pada 22 Oktober di ranah ulama dan jawara secara keseluruhan suasana banten masih tetap terukur, dinamis serta penuh martabat. Meski kehadiran ketiga pasang calon gubernur (cagub) yang berkeinginan kuat untuk menduduki kursi empuk di Provinsi Banten Satu, kian marak.

            Ketiga pasang Cagub dalam program prioritas hampir sama mengedepankan perbaikan infrastruktur. Selain masalah dan kesehatan ketiga Cagub juga berjanji meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan kerja mendapat perhatian para Cagub saat penyampaian visi dan misi dalam sidang paripurna istimewa DPRD Banten, Rabu (5/10).

            Dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Banten Aeng Chaerudin, pasangan Ratu Atut Chosiyah – Rano Karno yang diberi kesempatan pertama menyampaikan visi “ Bersatu Mewujudkan Rakyat Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa. Sebelum menjabarkan visinya Ratu Atut Chosiyah mengklaim keberhasilan peningkatan diberbagai bidang sejak Banten berdiri 4 Oktober 2000 lalu, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan juga peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

            Sementara itu lima misi sebagai penjabaran visi yang akan dijalani, yakni peningkatan pembangunan infrastruktur wilayah dan kawasan  untuk pemenuhan layanan dasar dan peningkatan daya saing daerah, pemantapan iklim investasi yang kondusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan semangat kebersamaan dan peningkatan mutu dan kinerja pemerintahan daerah “ Banten Terus Mewujudkan Peningkatan di Berbagai Bidang”, kata Atut.

            Pasangan Cagub nomur urut dua Wahidin Halim – Irna Narulita yang tampil pada kesempatan kedua mengusung visi “Mewujudkan Banten sebagai Provinsi Terdepan dalam Membangun Peradaban Baru Menuju Masyarakat Cerdas, Sehat dan Mandiri serta Berakhlaqul Karimah.”

            Misi yang dibuat lima program diantaranya menguatkan tata pemerintahan yang baik (good governance) melalui reformasi birokrasi melalui pelayanan public yang prima, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur. “Pembangunan jembatan Selat Sunda siapa pun Gubernurnya nanti, akan tetap dibangun”, kata Wahidin Halim.

            Pasangan Cagub urutan ketiga Jazuli Juwaini – Makmun Muzakki dengan visi “ Mewujudkan Banten Segera Adil dan Sejahtera”. Dalam penjabaran misi disampaikan Jazuli Juwaini – Makmun Muzakki tidak jauh berbeda dengan apa yang dijabarkan keduan Cagub lainnya. “Kami akan membangun infrastruktur yang kokoh dan merata”, ujar Jazuli.

Dewi Fortuna Milik Atut- Rano

            Pemaparan visi dan misi ketiga Cagub Banten periode 2011-2016 yang disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Banten diketuai Aeng Chaerudin mendapat apresiasi supranatural wilayah pantai utara (pantura) Kabupaten Tangerang  Mbah Widhi, yang saat ini bermukim di Buaran Jati, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Dengan mantab dan yakin dari ketiga pasang yang maju ke Pilgub, Dewi Fortuna akan jatuh kepasangan  Ratu Atut Chosiyah – Rano Karno.

            Menurut Mbah Widhi kepada Koran ini, ramalan Dewi Fortuna jatuh kepasangan Ratu Atut Chosiyah – Rano Karno ini melalui proses penerawangan dan olah batin yang berhubungan dengan rekam jejak ketiga pasang Cagub yang maju ke Pilgub, ujar Mbah Widhi.

            Masih menurut Mbah Widhi, dalam penerawangan dan olah batin dalam hubungan penyampain visi dan misi dengan rekam jejak selama Ratu Atut Chosiyah ketika masih menjabat sebagai gubernur dalam pencahayaan bulan memancarkan cahaya yang sedang purnama.

            Dikatakan Mbah Widhi, selain Dewi Fortuna jatuh kepasangan ini, secara matematis sebagai incubment pasangan cagub nomor urut satu untu menduduki kursi di Banten Satu dengan dukungan sebelas partai yang mendukungnya sangatlah realistis.

            Calon Gubernur yang menurut Mbah Widhi murah senyum ini bila menemui masyrakat sering menyebut dirinya dengan sebutan “Ibu” tidak banyak menonjolkan kepiawaian dan kesuksesan. Akan tetapi mbah Widhi menambahkan, masyarakat Banten rata-rata merasa dekat dan mengenalnya dengan baik.

            Ratu Atut Chosiyah dimata Mbah Widhi juga mempunyai kelebihan dalam komunikasi personal yang luas, sehingga pengaruhnya menyentuh hingga kehidupan masyarakat yang terpencil sekalipun. Ia juga selalu menyapa masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan hingga sekecil apapun.

            Selain itu masyarakat Banten tahu bahwa Ratu Atut Chosiyah mempunyai darah jawara. Tapi ujar Mbah Widhi ia tabu mengeluarkan kata-kata pedas atau mencaci meski ia diperlukan yang tidak selayaknya. Ayahnya Alm. H. TB Hasan Sochib sangat terkenal di seantero Banten, akan tetapi mungkin Atut mewarisi pribadi yang ulet dan tidak mudah menyerah pada tantangan sebagai titisan dari ayahnya.

            Dalam penerawangan dan olah batin Mbah Widhi direfresikan dengan visi dan misi serta rekam jejak itulah yang kemudian menurut Mbah Widhi mendapat pancaran sinar bulan purnama sebagai jatuhnya Dewi Fortuna ke pasangan Ratu Atut Chosiyah –  Rano Karno.

 

Cahaya bulan buram

            Masyarakat banyak tahu dan mengakui akan keberhasilan Wahidin Halim dalam memimpin untuk membangun kemajuan Kota Tangerang. Nama Wahidin Halim cukup popular dengan konsep Akhlaqul Karimah. Dinilai seorang yang tegas dan tidak kenal kompromi manakala ada anak buahnya yang melakukan penyelewengan dan penyimpangan.

            Citra tak kompromi terhadap penyimpangan dan penyelewengan, ia tak segan-segan menendang bangunan proyek pemerintah yang dikerjakan tidak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Jangan heran bila ia menggebrak pekerjaan yang molor waktu.

            Namun menurut Mbah Widhi, untuk maju ke Banten Satu belum cukup dengan konsep dan gaya memimpin seperti yang Wahidin lakukan di Kota Tangerang. Dalam penerawangan dan olah batin Mbah Widhi dihubungkan dengan visi dan misi serta rekam jejak dalam pencahayaan bulan menurut Mbah Widhi pasangan Wahidin Halim –Irna Narulita menampakan Dewi Fortuna dalam pencahayaan bulan yang buram.

Cahaya bulan gelap

            Pasangan Jazuli Juwaini – Makmun Muzakki masyarakat banyak menilai sebagai sosok yang ulet, cerdas, sederhana, kelakuannya gak aneh-aneh. Kehidupan keagamaanya dikenal baik dan seorang da’i yang piawai.

            Dalam pencalonan Bupati Kabupaten Tangerang Jazuli Juwaini yang berpasangan dengan Airin Rachmi Diany telah gagal dan waktu itu kursi Bupati Tangerang dimenangkan oleh pasangan Ismet Iskandar yang berpasangan dengan Rano Karno.

            Dalam hal tekad Jazuli Juwaini tidak mengenal putus asa meski ia harus mengalami jatuh bangun. Dalam penerawangan dan olah batin Mbah Widhi dihubungkan dengan visi dan misi serta rekam jejak dalam pencahayaan bulan menurut Mbah Widhi dalam pencahayaan Dewi Fortuna pasangan Jazuli Juwaini – Makmun Muzakki pencahayaannya bulan gelap, pungkasnya.  Mardi/Yat

 

50 Anggota PWI Banten Ikut UKW

Standar

SERANG, MK. Sebanyak 50 anggota PWI Cabang Banten mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) yang dilaksanakan di hotel Ratu Bidakara, Serang, Banten, 7 – 8 Oktober 2011. Peserta UKW sebagian besar adalah pengurus PWI, baik dari cabang maupun perwakilan.

Sebanyak 11 peserta mengikuti UKW jenjang utama, 22 jenjang madya dan sisanya mengikuti UKW jenjang muda.

Hasil UKW yang diiumumkan Sabtu (8/10) malam, semua peserta jenjang utama dinyatakan kompeten, satu peserta madya dinyatakan belum kompeten dan satu peserta madya mundur karena ada halangan. Sedangkan dari jenjang muda, tiga peserta dinyatakan belum kompeten.

Peserta di bagi dua kelompok yang tergabung dalam kategori Utama, Madya dan Muda ini sejak dibuka dengan serius mengikutinya. Karena padatnya materi yang ada sehingga para peserta merasa kelelahan. Namun pada saat penutupan para penguji mengumumkan hasilnya, mereka menjadi semangat karena hampir seluruh peserta baik utama, madya maupun muda mendapat hasil kompeten.  Yat